Panyabungan,Wartamadina
Di Tahun 2008 yang lalu boleh dikatakan era baru bagi bangkitnya pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal, hal ini dibuktikannya dengan banyaknya siswa lulusan sekolah Mandailing Natal yang diterima di beberapa perguruan tinggi negeri/swasta dengan bebas testing.
Pembangunan infrastruktur sekolah baik dari tingkat Tk sampai SMU bahkan PT ( Perguruan Tinggi) di Madina boleh dikatan sudah mencapai diatas angka 80 %. Dari realita itulah sangat wajar Bupati Mandailing Natal H.Amru Daulay SH disebut sebagai bapak pembangunan, karena dengan arahan-arahan dari Bupati inilah Kadis pendidikan H.Samad Lubis SE bisa mengarahkan prioritas pembangunan pendidikan menjadi lebih terarah. Dari kondisi sekarang ini nantinya sumber daya manusia (SDM) masyarakat Mandailing Natal kedepannya menjadi lebih handal dan siap bersaing ditengah-tengah masyarakat.
Walaupun begitu sungguh tidak mungkin masih adanya kekurangan yang terjadi dan hal itu merupakan sifat individu dari setiap manusia. Namun harapan public untuk pengembangan sumber manusia yang handal di Kabupaten Madina sudah lebih optimal bila dibandingkan pada masa statu Madina sebelum mekar dari kabupaten Tapanuli selatan. Atas pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah. Atas inilah warga desa Hutatinggi Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandiling Natal sangat mengharapkan pembangunan sekolah Dasar (unit baru) didesa mereka.
Hal itu memang beralasan mengingat jarak tempuh siswa SD ke sekolah sangat jauh. Adalah SD 142586 Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur inilah sarana belajar bagi 2 desa yakni Desa Sirangkap dan Desa Hutatinggi. Hampir 8 Km jarak tempuh yang dilalui siswa setiap harinya untuk dapat mengecap pendidikan. Tidak ada kenderaan, yang ada hanya jalan kaki dengan medan yang sangat mengkhwatirkan bagi siswa seusia mereka. Hal itu disebabkan sepanjang 4 KM tersebut dikelilingi oleh hutan belantara dan genangan air khususnya pada musim penghujan. Dari kondisi tersebut banyak siswa yang putus sekolah, mengingat para orang tua siswa di desa itu enggan untuk melepaskan anaknya dengan usia yang masih dini.
Sehingga para orang tua memilih memasukkan anaknya pada usia 10 tahun sementara pada desa-desa lain di Madina usia itu sudah duduk dibangku kelas 3.
Padahal penduduk desa Hutatinggi dari angka penduduk saat ini mencapai 480 jiwa, Sehingga sudah sangat wajar pada desa Hutatinggi didirikan sekolah baru agar tidak tertinggal dari desa-desa lain yang ada di Madina. Kepala Desa Hutatinggi Nazamuddin pekan lalu kepada Wartamadina mengatakan hampir setiap harinya 65 siswa sekolah di SD sirangkap yang merupakan desa tetangga dari Hutatinggi dengan berjalan kaki sebut Kades.
Sudah sangat wajar lanjut Nazamuddin pendirian sekolah baru pada desa mereka mengingat tanah pertapakan untuk pendiriannya sudah disiapkan masyarakat ujarnya. Padahal usulan pendirian sekolah tersebut sudah sering diusulkan para warga sejak 2006 lalu ke Instansi terkait sebut naza. Jadi Prioritas ini sangat mendesak sebut kades. Untik itu para warga desa tersebut sangat mendambakan perealisasian pemndirian sekolah baru pada desa mereka.
Jumat, 03 April 2009
Rabu, 01 April 2009
Lsm Gerhana Madina : Masyarakat Panyabungan Timur Harus Bersatu.
Lsm Gerhana Madina :
Masyarakat Panyabungan Timur Harus Bersatu.
Panyabungan,Wartamadina
Sebentar lagi pesta demokrasi pemilihan anggota legislative khususnya untuk untuk tingkat Kabupaten Mandailing Natal akan digelar, pada tanggal 9 April 2009 nanti, masyarakat diharapkan bisa bijak didalam menetukan pilihannya.
“ Masyarakat harus bersatu untuk memajukan salah satu caleg yang merupakan putra daerah yang mempunyai kualitas, kapabel didalam memvawa aspirasi masyarakat Panyabungan timur kedepannya, terutama yang mengerti akan tupoksinya sebagai anggota dewan ujar Muharni Nasution salah seorang Aktivis LSM gerhana Kabupaten Mandailing Natal kepada wartawan (30/3) di Panyabungan.
Dikatakannya masyarakat panyabungan timur perlu sejenak merenungkan secara bersama-sama dari pelajaran pada pemilu 2004 yang lalu, dimana masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada caleg yang tidak bisa memperjuangkan amanah yang diberikan masyarakat sebut Arni.
“ Pemilu 2004 yang lalu itu merupakan salah satu pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat, untuk itu pada tanggal 9 April 2009 nanti merupakan tonggak pembangunan 5 tahun kedepan di Panyabungan Timur ujar Muharni.
Menurut dia masyarakat khususnya Panyabungan Timur harus menyadarai bahwa daerahnya merupakan kecamatan yang tertinggal di Kabupaten Mandailing Natal bila dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya, padahal kalau dilihat dari SDA ( Sumber daya alam) pada daerah ini cukup berpengaruh di Kabupaten Mandailing Natal. Yakni karet, kopi kulit manis aren serta komuditas lainnya.
Akan tetapi kekayan alam tersebut belum bisa membuat masyarakat menjadi sejahtera secara maksimal.
“ Pembangunan Infrasturtur sangat terbelakang apabila dibandingkan dengan kecamatan kecamatan yang ada di Kab. Madina. Untuk itu sangat diharapkan masyarakat panyabungan timur untuk bersatu memperjuangkan aspirasinya sehingga nantinya bisa mempunyai wakil DPRD.
Masyarakat Panyabungan Timur Harus Bersatu.
Panyabungan,Wartamadina
Sebentar lagi pesta demokrasi pemilihan anggota legislative khususnya untuk untuk tingkat Kabupaten Mandailing Natal akan digelar, pada tanggal 9 April 2009 nanti, masyarakat diharapkan bisa bijak didalam menetukan pilihannya.
“ Masyarakat harus bersatu untuk memajukan salah satu caleg yang merupakan putra daerah yang mempunyai kualitas, kapabel didalam memvawa aspirasi masyarakat Panyabungan timur kedepannya, terutama yang mengerti akan tupoksinya sebagai anggota dewan ujar Muharni Nasution salah seorang Aktivis LSM gerhana Kabupaten Mandailing Natal kepada wartawan (30/3) di Panyabungan.
Dikatakannya masyarakat panyabungan timur perlu sejenak merenungkan secara bersama-sama dari pelajaran pada pemilu 2004 yang lalu, dimana masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada caleg yang tidak bisa memperjuangkan amanah yang diberikan masyarakat sebut Arni.
“ Pemilu 2004 yang lalu itu merupakan salah satu pelajaran yang sangat berharga bagi masyarakat, untuk itu pada tanggal 9 April 2009 nanti merupakan tonggak pembangunan 5 tahun kedepan di Panyabungan Timur ujar Muharni.
Menurut dia masyarakat khususnya Panyabungan Timur harus menyadarai bahwa daerahnya merupakan kecamatan yang tertinggal di Kabupaten Mandailing Natal bila dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya, padahal kalau dilihat dari SDA ( Sumber daya alam) pada daerah ini cukup berpengaruh di Kabupaten Mandailing Natal. Yakni karet, kopi kulit manis aren serta komuditas lainnya.
Akan tetapi kekayan alam tersebut belum bisa membuat masyarakat menjadi sejahtera secara maksimal.
“ Pembangunan Infrasturtur sangat terbelakang apabila dibandingkan dengan kecamatan kecamatan yang ada di Kab. Madina. Untuk itu sangat diharapkan masyarakat panyabungan timur untuk bersatu memperjuangkan aspirasinya sehingga nantinya bisa mempunyai wakil DPRD.
Selasa, 31 Maret 2009
Jumat, 27 Maret 2009
Bangsa Tanpa Fitnah
Bangsa Tanpa Fitnah
Sudah Saatnya, Budaya Memfitnah, Menggunjing Dikonversi Menjadi
Doa, Zikir Dan Nasehat Yang Baik
Ketika ditanya kepada salah seorang ahli hikmah, “ kenapa bau busuk fitnah dan menggunjing pada masa rasulullah saw tercium dengan jelas?, namun pada saat sekarang aroma bau busuk itu tidak tercium lagi?”
Dia menjawab karena pada saat sekarang ini sungguh begitu banyak orang yang memfitnah / menggunjing dimuka bumi ini, sehingga hidung kita sudah tak mampu lagi mencium bau busuknya menggunjing.
Sama hal dengan orang yang baru pertama kali masuk ketempat tukang “samak”, maka ia tidak akan bisa tahan lama karena tajamnya bau busuk bangkai kulit kulit binatang bagi hidungnya, namun tukang samaknya sendiri, atau orang yang sudah terbiasa disitu, tidak lagi merasakan bau apa-apa, karena hidung mereka sudah penuh dengan bau itu.
Demikian pula dengan masalah menggunjing yang pada saat sekarang ini sudah merajalela, tidak peduli itu pemuka agama, sarjana bahkan masyarakat awam sekalipun sudah ikut-ikutan terbawa pengaruhnya.
Statemen diatas merupakan potret dari kehidupan social politik masyarakat yang ada disekeliling kita dalam kesehariannya. Taridisi –tardisi seperti itu dapat kita jumpai diwarung-warung kopi, bus, kantor bahkan didalam pergaulan sehari-hari.
Padahal hal seperti ini merupakan suatu bentuk politik praktis dalam bentuk black campaign, pemutarbalikan fakta hingga ke tahap yang paling membahayakan individu yaitu pembunuhan karakter seorang tokoh sekalipun dilakukan untuk tercapainya suatu hajat yang dituju. Padahal secara hukum islam hal seperti itu merupakan sebuah perbuatan yang sangat-sangat dilarang agama apalagi sesama umat islam,
Namun demi tujuan politik orang orang tertentu hal seperti ini dilaksanakan. Sungguh sangat kejam jikalamana seseorang itu begitu tega melakukannya apalagi hanya mencapai suatu tujuan politik padahal, hal seperti ini sangat merugikan dan menyakitkan semua pihak. Inilah situasi yang terjadi pada dimasyarakat kita.
Dan jika hal-hal seperti ini terus menerus terjadi tidak akan hanya membangun situasi chaos, tetapi juga akan mengundang musibah dari Allah swt di negeri yang kita cintai ini. Bisa kita bayangkan nabi Musa As saja, walau sudah berdoa selama 3 hari berturut-turut (agar Allah swt segera menghentikan kemarau panjang), doanya belum juga diijabah Allah swt, karena adanya tukang fitnah dikalangan umatnya.
Marilah ini kita buat suatu cerminan dari kisah nabi Musa itu, dan janganlah hanya karena tujuan politik semata hingga nantinya dapat merugikan segenap orang banyak.
Sudah Saatnya, Budaya Memfitnah, Menggunjing Dikonversi Menjadi
Doa, Zikir Dan Nasehat Yang Baik
Ketika ditanya kepada salah seorang ahli hikmah, “ kenapa bau busuk fitnah dan menggunjing pada masa rasulullah saw tercium dengan jelas?, namun pada saat sekarang aroma bau busuk itu tidak tercium lagi?”
Dia menjawab karena pada saat sekarang ini sungguh begitu banyak orang yang memfitnah / menggunjing dimuka bumi ini, sehingga hidung kita sudah tak mampu lagi mencium bau busuknya menggunjing.
Sama hal dengan orang yang baru pertama kali masuk ketempat tukang “samak”, maka ia tidak akan bisa tahan lama karena tajamnya bau busuk bangkai kulit kulit binatang bagi hidungnya, namun tukang samaknya sendiri, atau orang yang sudah terbiasa disitu, tidak lagi merasakan bau apa-apa, karena hidung mereka sudah penuh dengan bau itu.
Demikian pula dengan masalah menggunjing yang pada saat sekarang ini sudah merajalela, tidak peduli itu pemuka agama, sarjana bahkan masyarakat awam sekalipun sudah ikut-ikutan terbawa pengaruhnya.
Statemen diatas merupakan potret dari kehidupan social politik masyarakat yang ada disekeliling kita dalam kesehariannya. Taridisi –tardisi seperti itu dapat kita jumpai diwarung-warung kopi, bus, kantor bahkan didalam pergaulan sehari-hari.
Padahal hal seperti ini merupakan suatu bentuk politik praktis dalam bentuk black campaign, pemutarbalikan fakta hingga ke tahap yang paling membahayakan individu yaitu pembunuhan karakter seorang tokoh sekalipun dilakukan untuk tercapainya suatu hajat yang dituju. Padahal secara hukum islam hal seperti itu merupakan sebuah perbuatan yang sangat-sangat dilarang agama apalagi sesama umat islam,
Namun demi tujuan politik orang orang tertentu hal seperti ini dilaksanakan. Sungguh sangat kejam jikalamana seseorang itu begitu tega melakukannya apalagi hanya mencapai suatu tujuan politik padahal, hal seperti ini sangat merugikan dan menyakitkan semua pihak. Inilah situasi yang terjadi pada dimasyarakat kita.
Dan jika hal-hal seperti ini terus menerus terjadi tidak akan hanya membangun situasi chaos, tetapi juga akan mengundang musibah dari Allah swt di negeri yang kita cintai ini. Bisa kita bayangkan nabi Musa As saja, walau sudah berdoa selama 3 hari berturut-turut (agar Allah swt segera menghentikan kemarau panjang), doanya belum juga diijabah Allah swt, karena adanya tukang fitnah dikalangan umatnya.
Marilah ini kita buat suatu cerminan dari kisah nabi Musa itu, dan janganlah hanya karena tujuan politik semata hingga nantinya dapat merugikan segenap orang banyak.
Drs. Ahmad Illyin Nasution Anak Mandailing Menuju Senayan
Panyabungan Warta Madina
Drs. Ahmad Illyin Nasution yang merupakan putra asli Mandailing Natal memberanikan diri menjadi Caleg untuk DPR RI pusat dari Partai PMB ( Partai Matahari Bangsa). Hal itu dilakukannya dari panggilan hati didalam memperjuangkan serta mengangkat harkat dan martabat daerahnya Mandailing Natal dari ketertinggalan.
Mengingat begitu banyak putra-putri Mandailing Natal yang sangat berpotensi bergandeng tangan didalam mewujudkan kemakmuran serta peningkatan Madina dari ketertinggalannya. Kata perubahan yang selalu diharap-harapkan masyarakat yang diikuti oleh peningkatan perekonomian masyarakat agar menjadi sejahtera.
Dari hal ini nantinya dapat membuka peluang lapangan pekerjaan dari berbagai bidang kehidupan. Memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas merupakan tujuan utama dari keberaniannya mencalonkan diri menjadi caleg DPR RI. Meskipun Illyin merupakan tokoh baru didunia perpolitikan namun kiprahnya di tingkat pusat sudah tidak asing lagi didengar. Ini dibuktikannya dengan mendapat kepercayaan dari partai yang ditumpanginya menetapkannya sebagai caleg No.1 dari dapil II Sumut. Dengan Visi Satukan ummat Makmurkan Bangsa puta kelahiran Desa Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kab.Mandailing Natal ini meminta para caleg agar bertarung secara arif didalam meraih simpati rakyat didalam pemilu nanti.
Meskipun pemilu legislative yang akan digelar 9 April nanti diikuti 43 partai serta ribuan caleg mulai dari caleg DPR RI,DPRD Provinsi,Kabupaten/Kota tidak membuat semangatnya pudar. Padahal tak pelak persaingan dalam memperebutkan suara rakyat sangat lah ketat. Atas hal itu Illyn meminta para caleg agar bertarung secara arif dan tidak menghalalkan segala cara, serta kepada masyarakat agar cerdas memilih wakilnya mengingat moment ini menentukan nasib bangsa kita 5 tahun kedepan ujar pria yang menggeluti bisnis tingkat mancanegara ini.
Dari garis keturunan Illyn merupakan orang yang religius hal ini terbukti dengan memiliki keturunan dengan almarhum Syekh Muhammad daud (Imam Naqsahbandiyah di Mandailing Natal). Selain itu partai yang mengusung Din Syamsudin ini sebagai calon presiden (Capres) bbertekad melakukan reformasi kultur politik guna mengangkat harkat dan martabat masyarakat agar bisa bangkit dari keterpurukan, khususnya bidang moral pemimpin bangsa.
Sementara itu warga masyarakat Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal yang merupakan tempat kelahiran Illyin yang dijumpai Koran ini diberbagai desa tetap setia mendukung putra daerah mandailing mengingat dari segi keturunan illyin juga dikenal warga dikecamatan ini merupakan orang yang religius dan berjiwa social hal itu terbukti pada setiap tahunnya hampir setiap anak yatim dikecamatan Panyabungan Timur mendapatkan santunan dari illyin ditambah terhadap pembangunan mesjid.
Drs. Ahmad Illyin Nasution yang merupakan putra asli Mandailing Natal memberanikan diri menjadi Caleg untuk DPR RI pusat dari Partai PMB ( Partai Matahari Bangsa). Hal itu dilakukannya dari panggilan hati didalam memperjuangkan serta mengangkat harkat dan martabat daerahnya Mandailing Natal dari ketertinggalan.
Mengingat begitu banyak putra-putri Mandailing Natal yang sangat berpotensi bergandeng tangan didalam mewujudkan kemakmuran serta peningkatan Madina dari ketertinggalannya. Kata perubahan yang selalu diharap-harapkan masyarakat yang diikuti oleh peningkatan perekonomian masyarakat agar menjadi sejahtera.
Dari hal ini nantinya dapat membuka peluang lapangan pekerjaan dari berbagai bidang kehidupan. Memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas merupakan tujuan utama dari keberaniannya mencalonkan diri menjadi caleg DPR RI. Meskipun Illyin merupakan tokoh baru didunia perpolitikan namun kiprahnya di tingkat pusat sudah tidak asing lagi didengar. Ini dibuktikannya dengan mendapat kepercayaan dari partai yang ditumpanginya menetapkannya sebagai caleg No.1 dari dapil II Sumut. Dengan Visi Satukan ummat Makmurkan Bangsa puta kelahiran Desa Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kab.Mandailing Natal ini meminta para caleg agar bertarung secara arif didalam meraih simpati rakyat didalam pemilu nanti.
Meskipun pemilu legislative yang akan digelar 9 April nanti diikuti 43 partai serta ribuan caleg mulai dari caleg DPR RI,DPRD Provinsi,Kabupaten/Kota tidak membuat semangatnya pudar. Padahal tak pelak persaingan dalam memperebutkan suara rakyat sangat lah ketat. Atas hal itu Illyn meminta para caleg agar bertarung secara arif dan tidak menghalalkan segala cara, serta kepada masyarakat agar cerdas memilih wakilnya mengingat moment ini menentukan nasib bangsa kita 5 tahun kedepan ujar pria yang menggeluti bisnis tingkat mancanegara ini.
Dari garis keturunan Illyn merupakan orang yang religius hal ini terbukti dengan memiliki keturunan dengan almarhum Syekh Muhammad daud (Imam Naqsahbandiyah di Mandailing Natal). Selain itu partai yang mengusung Din Syamsudin ini sebagai calon presiden (Capres) bbertekad melakukan reformasi kultur politik guna mengangkat harkat dan martabat masyarakat agar bisa bangkit dari keterpurukan, khususnya bidang moral pemimpin bangsa.
Sementara itu warga masyarakat Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal yang merupakan tempat kelahiran Illyin yang dijumpai Koran ini diberbagai desa tetap setia mendukung putra daerah mandailing mengingat dari segi keturunan illyin juga dikenal warga dikecamatan ini merupakan orang yang religius dan berjiwa social hal itu terbukti pada setiap tahunnya hampir setiap anak yatim dikecamatan Panyabungan Timur mendapatkan santunan dari illyin ditambah terhadap pembangunan mesjid.
Langganan:
Postingan (Atom)

