Rabu, 27 Mei 2009
Kapolres Madina Resmikan Pos Pol Panyabungan Timur Asisten 1 Wakili Bupati Madina
Kapolres Mandailing Natal yang diwakili Wakapolres Madina Eddy mashuri SH MA kamis (25/5) resmikan Pos Polisi Panyabungan Timurdi Gunung Baringin.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Bupati Madina yang diwakili Asisten 1 Amru Rangkuti, Kacabjari Panyabungan, Ketua Pengadilan Negeri Mandailing Natal Kadis, para camat Kepala Desa, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Panyabungan Timur. Acara peremian yang dipusatkan di Pasar Gunung Baringin ini berlangsung sukses dan Khidmad mengingat dalam acara itu dilakukan penandatanganan Hibah tanah dari Masyarakat (Dharma Nasution glr Sutan Naposo) kepada Pihak Polres Madina.
Sebelumnya pembangunan pos polisi yang merupakan swadaya masyarakat Panyabungan Timur itu sudah lama diidam-idamkan hingga sekarang baru terwujud. Akhlad Dalimunteh tokoh masyarakat Kecamatan itu mengatakan dalam kata sambutannya “ Pembangunan Pos Polisi sudah lama ditunggu-tunggu dan sekarang baru terwujud sebut Akhlad. “ untuk itu kami mengharapkan jangan hanya Pos yang dibangun kemudian aktifitasnya berjalan ditempat harap beliau.
Sementara Wakapolres Madina dalam Eddy mashuri SH MA dalam kata sambutannya berjanji akan seantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi segenap masyarakat mengingat hal itu sesuai dengan Moto polri, untuk itu wakaplres yang juga putra asi Panyabungan Timur itu sangat mengharapakan kerjasama dari semua lapisan Masyarakat sehingga proses penegakan hukum akan bisa berjalan tegas waka. Dalam acara itu waka juga menitipkan 5 personilnya kepada tokoh-tokoh masyarakat Panyabungan Timur yang nantinya bertugas pada Pos pol tersebut
Dalam peresmian pospol waka memperkenalkan Kapospol Panyabungan Timur M.Iqbal Hasibuan.
Dinas Pariwisata dan Budaya Madina Sosialisasi Sarana Objek Wisata Di panyabungan Timur
Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal kamis pekan lalu ( 21 /5) adakan sosialisasi sarana objek wisata di Kecamatan Panyabungan Timur. Acara ini dibuka Camat Panyabungan Yimur Drs Hasan Basri Rangkuti M.Ap. Sosialisasi yang digelar di Aula Kantor camat ini dihadiri para anggota Karang Taruna Kecamatan, Kepala Desa dan perangkatnya serta para naposo Nauli Bulung kecamatan itu.
Acara sosialisasi yang digelar instansi itu menghadirkan tutor-tutor dari Propinsi tetangga yaitu Sumatera Barat yakni Dharma Surya, Agus Ericha danArmunandi Amd.PAR yang merupakan konsultan Pariwisata beserta Tim dari Dinas Pariwisata dan Budaya kabupaten Mandailing Natal. Acara yang berlangsung sukses itu mendapat tanggapan positif dari masyarakat dan tokoh pemuda Kecamatan Panyabungan Timur.
Hal itu dikarenakan mengingat Kecamatan Panyabungan Timur dari segi lokasi sangat mendukung untuk dijadikan sebagai tempat wisata baik lokal maupun interlokal.
Selain Udara yang sejuk ditambah airnya yang begitu bersih dan indah, apalagi juga memiliki hutan yang masih perawan di darah Aeknabara sangat cocok dijadikan sebagai sarana wisata alam (heking). Faktor pendukung lainnya di Kecamatan tiu masih terdapat jenis ikan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu Ikan incor. Ikan jenis incor ini sudah terkenal sampai ke ibukota selain mempunyai rasa yang manis dan kategori langka. Jadi sangat wajarlah pejabat-pejabat di Madina berdatangan ke Gunung Baringin hanya untuk menikmati ikan incor. (HOL)
Selasa, 19 Mei 2009
SPJ Tidak Siap 45 PPS Tidak Gajian
Para PPS (Panitia Pemungutan Suara) dikecamatan Panyabungan Timur kecewa terhadap kinerja bendahara PPK kecamatan tersebut. Kekecewaan ini disebabkan honor yang seharusnya mereka terima untuk bulan mei 2009 sampai saat ini belum dibayarkan.oleh bendahara PPK. Padahal honor sebanyak 45 PPS ini seharusnya sudah dibayarkan.kamis pecan lalu. Sementara beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten mandailing Natal sudah membayarkan honor PPS disetiap kecamatan. Ternyata penundaan pembayaran tersebut beralasan menurut Informasi yang didapat di Gunung Baringin Rabu (20/5) dari PPS diakibatkan belum selesainya SPJ (Surat Peratanggung Jawaban ) PPK kepada KPU kab.Mandailing Natal. Ketidak beresan Administrasi serta kurangnya tanggung jawab PPK berimbas kepada PPS dan PPK. Atas hal itu Bendahara PPK Kecamatan Panyabungan Timur Edi ketika dikonfirmasi Koran ini Rabu (20/5) melalui pesan singkat dan Telepon tidak dijawab.
Atas hal itu anggota PPS yang enggan ditulis jati dirinya menyesalkan kinerja PPK yang dinilainya buang badan padahal, setiap tugas yang mereka berikan selalu kita laksanakan tepat waktu dan kalo hak kita mereka sepertinya buang badang, masak soal SPJ jadi alas an. Jadi sangat wajarlah camat Panyabungan Timur Drs.Hasan Basri Rangkuti M.Ap mengganti bendahara seperti itu harap mereka.
Harga Karet Di Madina Masih Jauh Dari Harga TBS
Harga Karet di Kabupaten Mandailing Natal masih tidak sebanding dengan harga TBS (Tandan Buah Sawit) Seperti dalam pantauan EN beberapa hari ini di pasar Pelelangan Karet Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, harga komoditi jenis getah karet masih mengalami penurunan. Padahal sebelumnya harga karet tersebut dipasar pelelangan karet sudah mencapai angka Rp.6.500 per kgnya.namun pada jumat (15/5) sudah menukik keharga Rp.5.500 pada setiap kgnya. Penurunan harga getah karet ini menurut pengakuan beberapa petani disebabkan adanya permainan dari para toke (pengumpul), hal itu dibuktikan dengan alasan alasan para toke hampir sama yaitu dengan paktor cuaca(hujan) hal itu disampaikan Fendi kepada wartamadina (25/5). Penurunan harga yang mencapai Rp.1000.- per kg ini sangat tidak sebanding bila dibandingkan dengan harga TBS saat ini, Sementara katanya, harga TBS setelah anjlok diharga Rp.500.- per kgnya yang diakibatkan oleh krisi global ternyata terus mengalami peningkatan sampai mencapai Rp.1.200 – Rp.1.400.
Diakuinya “Faktor cuaca memang mempengaruhi harga karet, namun itu dulu tapikan sekarang lagi musim kemarau jadi secara logika itu tidak mungkin” jelasnya. Walapun begitu jikalamana suatu saat nanti Pemda Madina dapat mendirikan pabrik karet / crumrabber saya yakin harga getah karet bisa menjadi stabil harapnya
Kamis, 14 Mei 2009
Hari pertama UAS BN di Madina Berjalan Dengan Sukses
UAS BN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar nasional) untuk tingkatan SD sederajat pada hari pertama senin (11/5) di Kabupaten Mandailing Natal berjalan sukses. Sebanyak 9919 murid Sekolah Dasar (SD) sederajat dari 389 sekolah akan mengkuti UASBN hingga 13 mei ini, yang mana terbagi dari 295 sekolah Negeri dan 94 sederajat.
Dalam UAS BN hari pertama sebanyak 3 mata ujian yang akan diujikan yakni mata ujian Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika yang masing masing jumlah soal 50 per mata pelajarannya.
Ujian ini dimulai dari pukul 8.00 sampai dengan pukul 10.00 Wib.
Seperti pantauan di SD 142540 Siabu Kecamatan Siabu , Pelaksanaaan UASBN di Sekolah tersebut pada hari pertaman berjalan sukses dimana seluruh murid berjumlah 28 orang yang terdaptar di bagi dalam 2 ruangan kelas yaitu ruangan 1 sebanyak 20 orang dan ruangan ke 2 sebanyak 8 orang , sementara itu pelaksanaan di mulai dari 8.00. Pengawas dan , kepolisian terlihat mengawasi pelaksanaan UASBN.
Kepala sekolah SD 142540 Nuriati Delimunthe Spd yang di jumpai wartawan menuturkan” sejauh awal kita telah melaksanakan beberapa kegiatan termasuk tri out sebanyak 2 kali selama dalam 4 bulan ini, les sore dari tanggal 4 Februari sampai akhir April sebanyak 12 kali pertemuan atau 36 dalam 3 mata pelajaran yang akan di ujikan UAS BN dari jam 14.oo wib sampai 17oo wib dilaksanakan.
Sementara itu Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina H. Samat SE MM yang di temui wartawan di ruangan kerjanya Mengatakan” setelah sekolah selesai mengumpulkan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dikumpulkan maka sekolah sekolah akan mengumpulkan didinas, dimana dinas nanti akan memberikan laporan Kemedan melalui Internet secara sekenning atau mencek kebenaran kelengkapan LJK setiap harinya, setelah seluruh Ljk terkumpul selama 3 hari UAS BN berlangsung maka paling lambat kita akan mengirimkan LJK tersebut secara global atau keseluruhan ke medan dalam satu minggu ini, karena pelaksanaan UASBN tersebut dilibatkan masyarakat, UPTD, pengawas dan aparat kepolisian, kita mengharapkan seluruh murid agar bisa lulus minimal 98% akan tercapai tambah Kadis.
Lagi-Lagi Polres Madina gulung Pengedar Narkoba.
Setelah sebelumnya (sabtu,2/5) Polres Mandailing Natal menangkap 7 orang pengedar ganja di Kecamatan Bukit Malintang, lagi-lagi sekitar 2.30 Minggu(10/05) Polres Madina kembali ringkus dua orang pengedar ganja di Kecamatan Tambangan Kab.Mandailing Natal.
Adalah Edo (24) asal Kota Padangsidimpuan yang disinyalir sebagai Penghubung dan Iwan (26) asal Desa Sido Jadi Kecamatan Bukit Malintang sebagai pemasok. Dari kedua orang ini polisi menemukan barang bukti 22 kg narkoba jenis ganja.
Kedua orang ini direncanakan bertransaksi di Kecamatan Tambangan namun sebelum transaksi berlangsung keburu ditangkap petugas dari polsek Kotanopan.
Penangkapan ini sebelumnya merupakan laporan dari masyarakat dimana aka nada transaksi ganja di wilayah huklum polsek Kotanopan.
Dari laporan tersebut polsek Kota Nopan terus menindak lanjutinya dan hasilnya menemukan Iwan sedang berada di salah satu kedai kopi depan kantor camat Tambangan yang sedang menunggu edo, Keberadaan iwan ini ternyata membuahkan hasil dari dalam tasnya sebanyak 22 kg ganja kering yang sudah dilakban ditemukan petugas. Dari pengakuan iwan penadah barang haram tersebut berada ditempat TKP ( kebun karet) Tambangan sekitar 200 m dari kantor Camat Tambangan yang direncanakan tempat transaksi. Ditempat itu sudah ditunggu 5 orang, penadah, mendengar hal itu pihak kepolisian langsung menuju TKP untuk meringkus sesampainya di TKP petugas melihat ke 5 orang tersebut sedang dalam menghitung jumlah ganja melihat itu salah seorang dari aparat kepolisian memberikan tanda lalu disusul suara tembakan, mendengar letusan tersebut kelima orang langsung lari tunggang langgang sekitar 2.30. Sementara itu Edo dan iwan beserta dengan barang bukti ganja seberat 22 kg kini telah ditangan pihak berwajib dan senin jam 11.oo wib telah diserahkan oleh Kapolsek Kota Nopan ke Polres Madina dan ke 5 orang sebagai penadah
Kapolsek Madina AKBP Drs. Engkos Kosasih SH MBA yang di konfirmasi wartawan senin (11/05) menjelaskan” pihak yang berwajib akan terus melakukan pengejaran kepada 5 orang tersebut, namun hingga sampai saat ini kita belum mendapatkan impormasi siapa siapa oknum yang 5 orang ini, jadi kami teru berupaya untuk membasmi narkoba dan atas dukungan kerja sama yang dilakukan oleh masyarakat” ujarnya.
Senin, 04 Mei 2009
Dana dan Kapasitas Guru untuk Pengajaran yang Baik
Kapasitas guru juga akan mendukung apabila dinas pendidikan atau lembaga lainnya sering memberikan bantuan pelatihan dengan metode terbaru.
Razali mengatakan, alam di sekeliling sekolah memang membantu menyediakan bahan yang bisa digunakan sebagai media pengantar belajar. Meskipun demikian, untuk mengolahnya menjadi media pembelajaran yang cukup baik, diperlukan dana yang cukup besar. ”Tapi, memang tidak semuanya,” tutur Razali.
Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Lhokseumawe Mustafa Hasyem mengatakan, yang paling penting dikerjakan guru dan manajemen sekolah guna meningkatkan kreativitas siswa-siswi adalah kesatuan konsep antara kurikulum dan kapasitas yang dimiliki para guru.
Banyak membaca dan memperluas pengetahuan para guru, kata Mustafa, membuat guru menjadi lebih kreatif dalam memberikan bahan ajar kepada siswa-siswi.
Sementara itu, Antara melaporkan, selambatnya pada tahun 2010 semua guru di Sumatera Utara (Sumut) yang mengajar di semua sekolah, dari jenjang SD sampai SMA, sudah bergelar sarjana (S-1).
Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho mengatakan, di Sumut kini terdapat sedikitnya 179 guru yang tersebar di kota/ kabupaten hingga di daerah-daerah terpencil. Dari jumlah itu 102.000 guru belum berjenjang pendidikan S-1.
”Pemprov Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota berencana memberikan beasiswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana demi peningkatan mutu pendidikan di Sumut,” katanya.
Ia mengatakan, untuk mendanai beasiswa bagi para guru tersebut, Pemprov Sumut dengan pemerintah kabupaten/kota membuat kesepakatan.
